Diduga Gelombang Keempat Serangan Coldcard: 388,93 BTC Dicuri, Libatkan 462 Alamat

Ringkasan Pasar AI
Pemantauan menunjukkan adanya kompromi terorganisir terkait Coldcard, dengan 388.93 BTC disapu dari 462 alamat selama ~2.5 jam dan transaksi mencurigakan tambahan yang masih menunggu di mempool. Kenaikan tajam dalam aktivitas penyapuan dan pergerakan cepat pada lompatan kedua mengindikasikan alur kerja pencucian uang yang aktif, sehingga meningkatkan persepsi risiko keamanan dan kustodi dalam jangka dekat. Meski bukan cacat protokol, peristiwa ini dapat menekan sentimen pasar dengan meningkatkan kekhawatiran atas eksploitasi rantai pasok dompet perangkat keras atau eksploitasi pada batas firmware.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
BTC/USDT-0.54%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
▼ Bearish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
ME News melaporkan pada 3 Agustus (UTC+8) bahwa pemantauan oleh Research Lead Galaxy menunjukkan adanya serangan Coldcard terorganisir yang sedang berlangsung. Sejumlah transaksi dengan pola serupa masih menunggu konfirmasi di mempool, sementara transaksi yang sudah terkonfirmasi sebelumnya memperlihatkan fitur RBF diaktifkan. Dalam rentang blok 960.778 hingga 960.792 selama sekitar 2,5 jam, tercatat 218 transaksi yang melibatkan 462 alamat yang diduga telah dikompromikan, 216 alamat tujuan baru, serta total 388,92748828 BTC. Seluruh transaksi tidak memuat input yang lebih tua dari batas firmware Coldcard. Laju "sweep" pada periode tersebut mencapai 13,8 per blok, dibandingkan baseline pra-insiden 0,3 per blok—naik sekitar 45 kali lipat. Topologi transaksi bersifat 1:1, yakni setiap alamat yang dikompromikan dipetakan ke satu alamat tujuan baru. Hanya satu alamat tujuan menerima dua kali sweep dan tidak ditemukan alamat agregasi. Sebagian dana dilaporkan sudah dipindahkan lagi ke alamat second-hop. (Sumber: ODAILY)