user-avatar
The Economic Times

Keputusan suku bunga The Fed 29 Juli dan gejolak minyak uji harga emas saat pelaku pasar mencermati risiko Asia Barat

Ringkasan Pasar AI
Emas dan perak menguat seiring risiko pengiriman di Asia Barat dan ketegangan AS-Iran mendorong kenaikan minyak serta permintaan lindung nilai inflasi menjelang keputusan The Fed pada 29 Juli. Lonjakan singkat Brent di atas $100 meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan, sementara PCE AS, kepercayaan diri, dan klaim pengangguran yang akan datang dapat menggeser ekspektasi suku bunga dan imbal hasil riil. Akumulasi emas PBoC yang berlanjut menambah penopang dari permintaan resmi, membuat emas batangan tetap sensitif terhadap berita utama makro dan geopolitik.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
NCCOGOLD2USD/USDT+0.69%
Wawasan AI · NCCOGOLD2USD/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Harga emas dan perak menguat tajam pekan ini, dengan emas berjangka Comex naik 1,3% menjadi USD 4,070.8 per ons dan perak berjangka melonjak hampir 5% menjadi USD 58.90 per ons di New York. Kenaikan tersebut terjadi seiring Brent sempat kembali menembus USD 100 per barel setelah serangan Houthi terhadap kapal milik Saudi memicu kekhawatiran gangguan pasokan, sementara pasar menanti keputusan kebijakan The Fed pada 29 Juli dan mencermati meningkatnya ketegangan AS-Iran. Di India, emas berjangka naik Rs 2,200 atau 1.6 per cent menjadi Rs 1.43 lakh per 10 grams, dan analis menambahkan bank sentral China terus menambah kepemilikan emas pada Mei sebagai penopang permintaan resmi.