Harga bensin AS bertahan di $4.06 per galon, pakar nilai sulit kembali ke era $3 sebelum akhir 2026
Ringkasan Pasar AI
Perjanjian damai sementara AS-Iran yang membuka kembali Selat Hormuz telah meredakan premi risiko pasokan jangka pendek, menekan WTI lebih rendah. Namun, bensin AS tetap tinggi karena persediaan yang rendah, permintaan pengisian ulang yang kuat oleh kilang, dan konsumsi musiman, dengan kontrak berjangka masih jauh di atas level sebelum perang. Divergensi ini menyoroti bahwa keketatan produk olahan dapat bertahan bahkan saat minyak mentah kembali normal, sehingga volatilitas energi dan margin hilir tetap menjadi fokus.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
NCCO1OILWTI2USD/USDT-0.60%
Wawasan AI · NCCO1OILWTI2USD/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Harga bensin di AS mulai turun setelah AS dan Iran mencapai kesepakatan damai sementara yang membuka kembali Selat Hormuz, sehingga meredakan kekhawatiran pasokan minyak dan mendorong WTI melemah. Namun persediaan bensin masih rendah dan kebutuhan pengisian ulang stok oleh kilang tetap kuat. Harga futures bensin masih lebih dari 80 sen per galon di atas level sebelum perang, sementara rata-rata nasional bertahan di $4.06 per galon. Para ahli menilai kembalinya harga ke sekitar $3 per galon tidak akan cepat dan pemulihan ke level praperang bisa memakan waktu hingga akhir 2026.