Boom AI memaksa investor teknologi menghadapi utang, listrik, dan tembaga
Pembangunan pusat data untuk AI mendorong raksasa teknologi semakin mengandalkan pembiayaan utang, sehingga investor perlu lebih memperhatikan suku bunga serta biaya listrik, material, dan tembaga. Amazon, Alphabet, Microsoft, dan Meta diperkirakan menggelontorkan ratusan miliar dolar untuk infrastruktur AI, yang dapat menekan arus kas bebas pada sebagian perusahaan. Nvidia disebut masih memiliki posisi kas yang kuat, namun belanja modal sektor ini membuat sensitivitas terhadap suku bunga meningkat. Permintaan tembaga untuk kebutuhan infrastruktur AI ikut disorot, meski biaya pendanaan yang tinggi berpotensi memperlambat realisasi proyek.