Kubu bullish dolar menguat meski mayoritas analis FX masih memproyeksikan USD melemah
Ringkasan Pasar AI
Jajak pendapat FX Reuters menyoroti perpecahan yang kian besar terkait USD setelah rebound ~4%, dengan sebagian besar ahli strategi masih memperkirakan pelemahan kembali seiring turunnya harga minyak meredakan tekanan inflasi dan pasar berpotensi menyesuaikan kembali ekspektasi kenaikan suku bunga Fed ke level yang lebih rendah. Namun, imbal hasil yang tinggi, data AS yang tangguh, dan posisi long-USD yang lebih besar mengisyaratkan dukungan dalam jangka pendek. Keseimbangan risiko membuat FX G10 tetap sensitif terhadap pesan Fed dan dinamika inflasi yang didorong oleh energi.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
NCSIDXY2USD/USDT+0.20%
Wawasan AI · NCSIDXY2USD/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Jajak pendapat Reuters soal valas periode 26 Juni–1 Juli menunjukkan mayoritas ahli strategi memperkirakan dolar AS akan melemah dalam beberapa bulan ke depan meski baru pulih sekitar 4% dari titik terendah Mei. Mereka menilai pendinginan harga minyak meredam kekhawatiran inflasi dan menurunkan taruhan kenaikan suku bunga Federal Reserve. Namun, sekitar sepertiga responden kini memperkirakan EUR/USD akan datar atau turun dalam tiga bulan, dengan minyak disebut sebagai salah satu pendorong utama.