NSE menilai EGR dapat menekan ketergantungan India pada impor emas dengan mengaktifkan stok 25.000 ton
National Stock Exchange (NSE) meluncurkan electronic gold receipts (EGRs) pada 18 Mei 2026 untuk mendorong perputaran sekitar 25.000 ton emas yang dimiliki pihak swasta di dalam negeri. Tagihan impor emas India mencapai $71.98 billion pada FY2025-26, tertinggi sepanjang masa dan melampaui 9% dari total impor barang. EGR memungkinkan investor menyimpan, memperdagangkan, dan menukar emas fisik dalam format elektronik sehingga meningkatkan “kecepatan perputaran” stok yang ada, menurut NSE. Skema ini dipandang sebagai reformasi struktural yang tidak mengubah total permintaan, namun dapat mengoptimalkan pola kebutuhan impor baru.