BMI: Penjualan EV penumpang ASEAN diproyeksikan naik menjadi 916,997 unit pada 2035
Ringkasan Pasar AI
BMI memproyeksikan penjualan EV penumpang di Asean akan lebih dari dua kali lipat pada 2035, mendorong penetrasi EV menjadi 22,7% dan memperkuat peran Asia Tenggara sebagai pusat manufaktur serta bahan baku baterai. Catatan tersebut menyoroti dominasi Indonesia dan Filipina dalam pertambangan nikel serta kapasitas nikel olahan Indonesia, menyelaraskan permintaan EV jangka panjang dengan kekuatan pasokan regional. Namun, ini merupakan prospek jangka menengah hingga panjang tanpa guncangan kebijakan atau pasokan yang segera, sehingga membatasi dampak pasar dalam jangka dekat.
Level dampak
● Rendah
Aset terdampak
NCCONICKEL2USD/USDT+0.03%
Wawasan AI · NCCONICKEL2USD/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
BMI memproyeksikan penjualan kendaraan listrik (EV) penumpang di ASEAN meningkat dari 419,547 unit pada 2025 menjadi 916,997 unit pada 2035, dengan penetrasi mencapai 22.7%. Laporan itu menyoroti posisi pasokan bahan baku kawasan, termasuk Indonesia dan Filipina yang menyumbang lebih dari 68% produksi tambang nikel global pada 2024 serta Indonesia sebagai produsen nikel rafinasi terbesar kedua di dunia. Vietnam disebut memiliki sekitar 20% cadangan unsur tanah jarang (REE) global pada 2023. Proyeksi tersebut merupakan pandangan industri jangka menengah hingga panjang dan tidak terkait perubahan kebijakan atau pasokan yang bersifat segera.