Harga minyak naik saat konflik AS-Iran memburuk dan risiko di Selat Hormuz meningkat
Konflik AS-Iran meningkat tajam, setelah Amerika Serikat melancarkan serangan udara besar-besaran selama dua hari berturut-turut terhadap target di Iran selatan, sementara Iran memerintahkan kelompok Houthi bersiap menutup jalur pengiriman minyak di Laut Merah. Ekspor minyak melalui Selat Hormuz disebut telah dibatasi. Kontrak berjangka Brent dan WTI naik lebih dari 1,2% dalam sehari, dengan kenaikan hampir 12% sepanjang pekan. Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan bahwa jika situasi tidak mereda dalam beberapa pekan, keamanan pasokan minyak global akan terancam serius.