6-27
Pejabat The Fed tetap fokus pada inflasi saat Goolsbee menilai tekanan harga masih tinggi
Pejabat Federal Reserve Austan Goolsbee dan John Williams menegaskan inflasi masih jauh di atas target 2%, dengan core PCE pada Mei mencapai 3.4% (tertinggi sejak Oktober 2023) dan headline PCE 4.1%. Kenaikan ini dikaitkan dengan lonjakan harga energi akibat konflik di Timur Tengah, ketika harga energi naik 6.5% secara bulanan. Keduanya menilai sikap kebijakan suku bunga saat ini sudah tepat dan tidak memberi sinyal pemangkasan, sementara pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Juli naik menjadi 30%.
6-27
6-26
Pemerintahan Trump dorong Kongres permanenkan penjualan bensin E15 sepanjang tahun demi menekan biaya BBM
Pemerintahan Trump berencana mendorong Kongres untuk mengesahkan penjualan bensin E15 sepanjang tahun secara permanen, sehingga pembatasan penjualan pada musim panas dapat dihapus. Langkah ini ditujukan untuk menurunkan biaya bahan bakar di tengah tekanan harga bensin belakangan ini. Meski ketegangan Iran mereda dan harga minyak sudah turun, perubahan kebijakan ini dinilai akan melemahkan penopang premi bensin pada musim panas sekaligus memberi fleksibilitas lebih besar bagi kilang dalam proses pencampuran, sehingga menambah tekanan turun pada harga bensin spot dan kontrak berjangka bulan terdekat.
6-26
6-22
Trump dilaporkan panik soal ketegangan Israel-Iran yang meningkat
Pemerintahan Trump mencapai memorandum kesepahaman 14 poin dengan Iran yang mencakup permintaan agar Israel menghentikan operasi militernya di Lebanon. Namun Israel secara terbuka menolak klausul tersebut, memicu kekhawatiran di pihak AS bahwa kesepakatan bisa runtuh dan konflik kawasan meningkat. Laporan ini mengutip pejabat anonim yang menyebut Trump “sangat cemas” dan secara tertutup menegur sikap Israel yang dinilai berpotensi menyeret AS ke perang penuh dengan Iran. Informasi tersebut belum terkonfirmasi secara resmi dan tidak disertai rincian adanya eskalasi militer atau sanksi baru, sehingga dampaknya disebut terutama melalui sentimen risiko geopolitik terhadap aset lindung nilai dan energi.
6-22
6-18
Saham merosot setelah pejabat The Fed mengisyaratkan potensi kenaikan suku bunga sekali pada 2026
Pejabat Federal Reserve mengisyaratkan kemungkinan satu kali kenaikan suku bunga pada 2026, meski pertemuan FOMC ini mempertahankan suku bunga di kisaran 3.5%-3.75%. Median proyeksi pada dot plot memperkirakan suku bunga akhir tahun naik ke 3.8%, lebih tinggi 0.4 poin persentase dibanding ringkasan Maret. Imbal hasil Treasury AS tenor 2 tahun melonjak 15 basis poin menjadi 4.205%. Pada saat yang sama, S&P 500 turun 1.21%, Nasdaq turun 1.34%, dan Dow turun 0.97%.
6-18
6-18
Trump: Cadangan minyak global akan habis dalam 4 minggu tanpa kesepakatan Iran
Donald Trump mengatakan pada KTT G7 bahwa tanpa kesepakatan dengan Iran, cadangan minyak global akan habis dalam empat minggu. Pada saat yang sama, International Energy Agency (IEA) memangkas tajam prospek permintaan minyak global untuk 2026 dan kini memperkirakan permintaan akan turun 420.000 barel per hari secara tahunan, atau 1,3 juta barel per hari lebih rendah dari perkiraan awal tahun. Meski permintaan melemah, IEA menilai pertumbuhan pasokan masih relatif kuat, sementara konflik geopolitik dan hambatan jalur pengapalan seperti Selat Hormuz mempertahankan risiko gangguan pasokan yang menopang pasar spot dan kontrak berjangka bulan-bulan terdekat.
6-18
6-18
The Fed pertahankan suku bunga acuan di 3.5%-3.75% pada rapat perdana Kevin Warsh sebagai ketua
Federal Reserve mempertahankan kisaran suku bunga federal funds di 3.5%-3.75% pada rapat FOMC pertama yang dipimpin Ketua baru Kevin Warsh, dengan keputusan bulat. Dalam pernyataannya, The Fed menilai aktivitas ekonomi masih berekspansi pada laju yang solid dan kenaikan lapangan kerja sejalan dengan pertumbuhan angkatan kerja. Inflasi pada Mei naik menjadi 4.2%, tertinggi dalam tiga tahun, sementara core CPI tercatat 2.9% secara tahunan. Proyeksi “dot plot” menunjukkan para pembuat kebijakan memperkirakan satu kali kenaikan suku bunga pada 2025 dan satu kali pemangkasan pada 2027.
6-18
6-18
IEA pangkas proyeksi permintaan minyak 2026 menjadi -420.000 bph meski AS-Iran sepakat membuka kembali Selat Hormuz
International Energy Agency (IEA) memangkas tajam proyeksi permintaan minyak global 2026 dari +930.000 barel per hari (bph) pada awal tahun menjadi kontraksi sekitar -420.000 bph. Lembaga itu juga memperkirakan pasokan global pada 2027 dapat melonjak sekitar 8 juta bph, jauh melampaui pertumbuhan permintaan sekitar 2 juta bph, sehingga berisiko menciptakan surplus besar. Revisi ini dikaitkan dengan dampak penutupan Selat Hormuz dan harga minyak yang tinggi yang menekan konsumsi di sektor transportasi dan industri, menurut laporan pasar minyak terbaru IEA.
6-18
6-17
MoU AS–Iran memungkinkan Teheran segera menjual minyak setelah penandatanganan
Nota kesepahaman (MoU) antara Amerika Serikat dan Iran disebut memungkinkan Teheran segera kembali menjual minyak setelah ditandatangani. Pengabaian sanksi atas penjualan minyak itu juga mencakup layanan pendukung seperti perbankan, transportasi, dan asuransi, menurut The Wall Street Journal. Naskah lengkap kesepakatan belum dipublikasikan, namun disebut akan berlaku segera setelah penandatanganan. Langkah ini dipandang menambah pasokan minyak global dan memberi tekanan turun pada harga minyak internasional, sementara rincian lanjutan masih dalam tahap negosiasi.
6-17