3j yang lalu
Saham tertekan saat saham chip diborong jual, Kospi anjlok 10,5%
Indeks Kospi Korea Selatan anjlok 10,5% dalam satu hari, sementara saham Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing turun lebih dari 12%. Di China, produsen chip memori CXMT melonjak 466% pada hari pertama perdagangan di STAR Market dan menghimpun sekitar $8.6 billion. Bursa Asia lain ikut melemah, termasuk Nikkei 225 turun 4% dan Taiex Taiwan turun 3,9%, sementara S&P/ASX 200 Australia naik 0,6%. Harga minyak turut melemah, dengan Brent turun 0,8% menjadi $85.16 per barel.
3j yang lalu
6-24
KNDS paparkan rencana IPO ganda Paris–Frankfurt, valuasi bisa mencapai €15bn
Produsen perlengkapan tempur darat terbesar di Eropa, KNDS, memulai proses IPO dengan rencana pencatatan ganda di Paris dan Frankfurt, dengan valuasi yang diperkirakan berada di kisaran €12bn–€15bn. Jerman berencana mengambil 40% saham, sementara Prancis diperkirakan menurunkan kepemilikannya menjadi 40%, dengan 20% sisanya ditawarkan ke publik. Langkah ini memperkuat posisi KNDS sebagai pesaing utama Rheinmetall di sejumlah segmen sistem darat. Pada saat yang sama, Berlin membatalkan program fregat F126 pimpinan Rheinmetall dan beralih ke TKMS, yang menambah kekhawatiran pasar soal keberlanjutan pesanan dan margin Rheinmetall.
6-24
6-19
Startup Bavaria Planet A Foods kembangkan “cokelat” dari biji bunga matahari untuk memangkas jejak karbon 73,6%
Startup Jerman Planet A Foods meluncurkan pengganti cokelat bernama ChoViva yang dibuat dari biji bunga matahari, dan produk ini sudah dipakai oleh sejumlah produsen cokelat menengah hingga besar di Eropa. Perusahaan menyatakan jejak karbon ChoViva 73,6% lebih rendah dibanding cokelat konvensional dan tidak bergantung pada biji kakao. Krisis kakao pada 2024–2025, ditambah proyeksi bahwa sekitar 2050 sebanyak 50% pasokan kakao global dapat hilang, mendorong industri mempercepat peralihan ke bahan alternatif. ChoViva diproduksi sekitar 10.000 ton per tahun, dengan mitra termasuk produsen di Swiss, Belgia, serta Abtey di Prancis.
6-19
6-19
Negara kaya minyak dituding menahan kemajuan perundingan iklim PBB di Bonn
Perundingan iklim PBB di Bonn, Jerman, menemui jalan buntu setelah Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait dan negara pengekspor minyak lainnya bersama India menolak penguatan bahasa ilmiah serta upaya mendorong peta jalan penghentian bahan bakar fosil. Pertemuan itu juga gagal mencapai kesepakatan pendanaan iklim dan tidak menghasilkan mekanisme pelaksanaan untuk target pembatasan pemanasan 1,5°C. Perkembangan tersebut melemahkan ekspektasi pengetatan kebijakan energi global dalam jangka pendek, sehingga memberi penopang bagi harga minyak mentah dan perusahaan hulu migas, tanpa memicu gangguan pasokan segera maupun perubahan regulasi mendadak.
6-19
6-19
SpaceX raih peringkat kredit investment grade, saham turun lebih dari 18% dari puncak $225.6
SpaceX meraih peringkat kredit investment grade dari Moody’s, Fitch, dan S&P Global pada Kamis, kurang dari sepekan setelah IPO rekord yang menghimpun sekitar $85.7 billion (€73.8bn). Moody’s memberi peringkat Baa1, sementara Fitch menetapkan BBB+ dan S&P BBB, dengan outlook stabil. Namun saham SpaceX ditutup di $185, turun lebih dari 18% dari puncak $225.6 pada Selasa ketika valuasinya sempat melampaui $3 trillion (€2.6tn).
6-19
6-16
Investor melirik label “FAB 10” yang memperluas “Magnificent 7” usai IPO SpaceX
Wall Street mulai mempopulerkan label baru “FAB 10” untuk memperluas kelompok “Magnificent 7” pada fase berikutnya dari reli AI. Kelompok ini menambahkan SpaceX serta OpenAI dan Anthropic ke tujuh saham megakap yang selama ini mendominasi narasi AI. SpaceX telah melantai di bursa dan, setelah penutupan Senin di atas $192 per saham, kini menjadi perusahaan paling bernilai keenam di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar. OpenAI dan Anthropic masih berstatus privat, namun keduanya disebut mengincar IPO pada tahun ini, menurut Vanda Research.
6-16
6-16
Bolton: Iran "mempermainkan" Trump dalam negosiasi, kesepakatan dinilai menguntungkan Teheran
Mantan Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton mengatakan Iran "mempermainkan" Presiden Donald Trump dalam perundingan hingga memperoleh syarat yang jauh lebih menguntungkan, setelah menilai Trump sangat menginginkan kesepakatan untuk mengakhiri perang, kepada Euronews. Ia menilai Trump lebih memprioritaskan harga energi—termasuk menjaga Selat Hormuz tetap terbuka dan menekan harga bensin—ketimbang pertimbangan strategis. Bolton juga menyoroti tidak adanya teks kesepakatan kerangka yang dipublikasikan, sehingga memunculkan pertanyaan tentang pengayaan uranium Iran, sejauh mana pelonggaran sanksi, dan pembukaan kembali Selat Hormuz secara praktis.
6-16