7j yang lalu
Trump dan Putin bahas proposal deeskalasi Ukraina dalam panggilan telepon Jumat, kata Kremlin
Kremlin menyatakan Presiden Vladimir Putin telah menerima proposal Washington untuk meredakan ketegangan di Ukraina dan menanggapinya dengan pemahaman. Pejabat Amerika Serikat, Ukraina, dan Eropa bertemu di Miami untuk mencari jalan keluar dari kebuntuan perundingan. Rusia mengumumkan akan segera memasok lebih dari 300.000 ton diesel dan berencana menambah pasokan dalam beberapa bulan berikutnya.
7j yang lalu
9-29
Anthropic: AI bisa mengubah ekonomi global melampaui listrik dan internet
Perusahaan AI Anthropic menyatakan kecerdasan buatan berpotensi mentransformasi ekonomi global lebih dalam daripada industrialisasi, listrik, dan internet. Dalam prospektus IPO, perusahaan mengungkap pendapatan 2025 naik 12 kali menjadi hampir US$4,6 miliar, namun mencatat rugi bersih US$42 miliar serta rugi operasional lebih dari US$8 miliar. Anthropic juga berencana mengambil kewajiban belanja cloud dan infrastruktur senilai US$518 miliar dalam beberapa tahun mendatang, sementara valuasi IPO-nya bisa melampaui US$2 triliun.
9-29
6-25
Rusia dilanda krisis bahan bakar usai serangan drone Ukraina, harga bensin melonjak 71,20 rubel per liter
Rusia menghadapi kelangkaan bahan bakar setelah serangkaian serangan drone Ukraina merusak fasilitas kilang utama, termasuk di Moskow, sehingga pasokan menyusut dan sejumlah wilayah menerapkan pembatasan pembelian. Data pertengahan Juni menunjukkan produksi bensin turun 25% dan produksi diesel turun 15% dibanding periode yang sama tahun lalu, memicu lonjakan harga ritel. Pada periode 16–22 Juni, harga rata-rata bensin mencapai 71,20 rubel per liter, sementara pasokan bahan bakar pesawat ikut mengetat dan di beberapa bandara harga melonjak hingga 64%. Situasi ini menekan pasar produk minyak di dalam negeri dan memperlihatkan kerentanan jaringan pengilangan Rusia di tengah perang, menurut Reuters.
6-25
6-25
Emas turun di bawah US$4.000/oz, level terendah sejak November 2025, setelah merosot hampir 29% dari puncak Januari
Harga emas spot turun di bawah US$4.000 per ons, menjadi level terendah sejak November 2025, dan telah jatuh hampir 29% dari rekor US$5.594,82 pada Januari. Tekanan dipicu pergeseran sikap Federal Reserve yang lebih hawkish, penguatan dolar AS, meredanya risiko geopolitik, kenaikan imbal hasil riil, serta aksi jual teknikal dan ambil untung. Pergerakan ini disebut sebagai koreksi cepat akibat pergantian logika dominan pasar dalam beberapa waktu terakhir, bukan fluktuasi rutin.
6-25
6-22
Pakar: perlombaan pusat data AI Big Tech berisiko berbalik arah saat belanja 2025 tembus lebih dari $220 miliar
Pakar cloud dan AI David Linthicum memperingatkan bahwa Microsoft, Meta, dan Google telah berkomitmen lebih dari $220 miliar untuk infrastruktur pusat data AI pada 2025, sementara adopsi AI di kalangan perusahaan masih lambat dan layanannya mahal. Ia menilai permintaan saat ini belum cukup untuk menopang belanja modal sebesar itu. Linthicum juga mengutip pernyataan CEO IBM Arvind Krishna pada Desember 2025 bahwa “matematika tidak masuk akal”: investasi ratusan gigawatt dapat mendekati $8 triliun, dan laba sekitar $800 miliar hanya untuk menutup biaya layanan investasi. Keraguan tersebut menyoroti pertanyaan atas keberlanjutan profitabilitas para pemain yang berlomba membangun infrastruktur AI.
6-22
6-22
Kepala perdagangan AS Jamieson Greer berkunjung ke India 23–24 Juni saat kedua pihak mengejar kesepakatan dagang sementara tahap awal
Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer dijadwalkan mengunjungi India pada 23–24 Juni untuk merampungkan tahap pertama kesepakatan dagang sementara AS–India, dengan target penandatanganan sebelum pertengahan Juli. Paket tersebut mencakup rencana India menurunkan tarif atas barang industri AS serta sebagian produk pertanian seperti kacang pohon, buah, anggur, dan sorgum, sementara AS akan menyesuaikan tarif atas sebagian barang dari India. Negosiasi dipacu tenggat 24 Juli, ketika tarif menyeluruh AS sebesar 10% akan berakhir, dan berlangsung di tengah investigasi Section 301 USTR terkait dugaan impor yang terkait kerja paksa. Perkembangan ini merupakan bagian dari dinamika kebijakan dagang bilateral dan tidak terkait langsung dengan saham, komoditas, atau indeks tertentu.
6-22
6-21
Laporan: Nota kesepahaman AS–Iran dapat memungkinkan ekspor minyak Iran kembali besar-besaran dan berpotensi hasilkan lebih dari $60 miliar per tahun
Laporan menyebut Amerika Serikat dan Iran tengah membahas nota kesepahaman yang dapat membuka jalan bagi Teheran untuk kembali mengekspor minyak dan bahan bakar dalam skala besar, dengan potensi pendapatan lebih dari $60 miliar per tahun. Sejumlah kapal tanker Iran dilaporkan sudah berlayar melewati apa yang disebut sebagai garis blokade angkatan laut AS, menandakan aktivitas ekspor mulai bergerak lebih awal. Jika terwujud, langkah ini dapat meningkatkan ekspektasi pasokan minyak global. Baik Washington maupun Teheran belum mengonfirmasi rincian kesepakatan maupun proyeksi pendapatan tersebut.
6-21
6-20
Iran percepat ekspor minyak setelah gencatan senjata dengan AS, sekitar 18 juta barel dikirim dalam beberapa hari
Iran dan Amerika Serikat mencapai kesepakatan gencatan senjata sementara, dan AS mencabut blokade laut atas pelabuhan Iran sehingga Teheran kembali menggenjot ekspor minyak. Dalam beberapa hari terakhir, ekspor disebut mencapai hampir 18 juta barel senilai sekitar $1.44 miliar, terutama dimuat dari Pulau Kharg. Kembalinya aliran ekspor ini menambah pasokan minyak global dan berpotensi menekan harga minyak ke bawah.
6-20
6-19
Anant Ambani paparkan peta jalan energi baru Reliance di AGM 2026, fokus pada sinar matahari India dan kilang otonom
Reliance Industries mengumumkan percepatan transformasi energi pada AGM 2026 dengan fokus pada energi hijau domestik India, green ammonia, dan kilang otonom yang digerakkan AI. Perusahaan menargetkan pengurangan ketergantungan India pada impor energi yang saat ini mendekati 70%. Langkah ini diposisikan sebagai strategi jangka panjang yang sejalan dengan narasi penurunan permintaan minyak secara struktural, namun di saat yang sama menegaskan kebutuhan energi India yang sedang meningkat pesat dan masih sangat bergantung pada impor. Peristiwa ini tidak terkait gangguan pasokan maupun perubahan kebijakan mendadak, serta tidak memiliki kaitan langsung dengan indeks saham atau valuta asing.
6-19